Selasa, 07 Mei 2013

Malulah Pada ALLAH







~*~  Malulah Pada ALLAH  ~*~




Hari ini adalah hari sabtu
Banyak kalangan kaula muda yang respek akan hari sabtu

Mungkin dikarenakan esoknya lah yang merupakan hari libur, tidak menutup kemungkinan pada malam harinya
Tepatnya pada malam minggu banyak pemuda-pemudi menghabiskan banyak waktu berduaan


"Astagfirullah ..."
Ucapku


"Begitu sepinya mushola ini, terlebih jika di hari sabtu malam minggu seperti ini"




Didesaku memang cuma aku remaja yang aktif dimushola
Remaja lainnya,
mereka lebih memilih menghabiskan waktu dengan pacar-pacarnya

bahkan
Sering kali dari sahabatku yang mengatakan aku itu kuper
hanya karena aku gak punya pacar

Tapi...
Aku selalu punya jawaban yang tak bisa di bantah lagi oleh mereka




Disuatu hari...
Sahabatku nina datang kerumahku bersama pacarnya

Rencananya ingin mengajakku gabung di acara mingguan

Dengan halus tentu aku menolaknya


Lalu... Nina pun memberanikan diri bertanya padaku



"Dian, kenapa sih kamu gak pacaran? kan bisa malam mingguan bareng sama kita-kita"
Tanya nina


Namun aku hanya diam


"padahal setahuku banyak sekali cowok yang datang kerumahmu dan yang aku tahu banyak punya laki-laki yang menginginkan kamu menjadi pacarnya khan ???"



"Nina sahabatku...

Aku ingin menjaga cintaku untuk untuk seseorang yang telah Allah siapkan untukku...

Aku ingin punya suami yang sholeh ;
Yang mencintaiku karena-Nya ;
Yang akan memimpinku kearah tujuan yang satu

Apakah menurutmu aku pantas menodai cinta ini untuknya?

Walaupun aku belum tahu siapa DIA?
Bahkan aku tak mengenalnya

Tapi aku selalu merasakan kehadirannya

Akal sadarku membuat perhitungan dengannya

Aku tahu lelaki yg menggodaku itu bukan dirinya

Malah aku yakin pada gerak hatiku

Yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak

Tidak kupungkiri
Aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi

Namun setiap kali perasaan itu datang


Setiap itu pulalah aku mengingatkan diriku

Bahwa aku perlu menjaga perasaan itu semata-mata untuknya


Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku

Untuk menerima hati dan perasaanku yang suci

Bukan hati yang menjadi pelabuhan lelaki lain

Dan dia berhak mendapatkan itu


Kamu tahu nina?
Hatiku terluka mana kala ada yang mengatakan
"JILBAB hanyalah kedok belaka... dikarenakan banyak muslimah berjilbab tapi akhlaknya buruk,
Asyik berpacaran, pegangan tangan, ciuman, dan itu dilakukan oleh orang yang bukan siap-siapanya

Tapi itu tidak adil buatku

Aku ingin buktikan pada mereka...

Bahwa tidak semuanya seperti itu

Masih banyak yang menjaga kesuciannya

Dan aku...
Aku merasa telah gagal menjaga hijabku

Tiap kali ada ikhwan yang mengatakan cinta padaku

Tetapi tidak ingin
menikahiku

Astaghfirullah...."





Hiks... hiks...
Suara tangisan itu menghentikan penjelasanku untuk nina...

Yaah.. nina menangis...





Ku dekati dia,
Tanpa aba aba...

Nina memelukku dengan eratnya
dan dia berkata



"Maafkan aku sahabatku,
Tak seharusnya aku menyakiti saudara sendiri

Aku berjilbab tapi aku tak bisa jaga akhlaq

Aku asyik berpacaran, bercanda ria dengan yang bukan mukhrimnya


Aku tak ubahnya wanita penggoda

Maafkan aku sahabatku

Maafkan aku

Mataku telah buta oleh cinta duniawi
Hingga tak pernah kusadari kalau disekitarku ada bidadari syurga

Dialah sahabatku yang menyeru pada kesucian

Bahkan aku sudah berkali-kali berganti pasangan

Mereka-mereka yang tak menutup auratnya mungkin tak aneh

Tapi aku???


Aku menutup auratku,
Namun aku tidak bisa menjaganya


Aku malu...
Malu pada Allah...
Malu padamu...
Malu pada jilbabku...

Aku saja yang menutup aurat bisa lengah dan tergoda

Bahkan aku mampu membuat kaum adam berani menciumku

Yang tak seharusnya aku biarkan


Bagaimana mereka yang dengan bebasnya menebarkan aurat???













Seketika dulu,
Kau kekurangan kain membalutmu,
Kau terlupa alas tudungmu,
Kau mementingkan susuk tubuhmu.
Tidak malukah kamu?

Sedetik dulu,
Kau belum bersedia,
Kau kata belum mendapat hidayah-Nya,
Kau sayang untuk meninggalkannya.
Tahukah ruginya kamu?



Tibanya kini,
Kau ingin berubah! YA!BERUBAH!
Kau mengikuti arus peredaran semasa,
Kau seronok dalam menggayakannya,
Tapi, adakah ini syariat ISLAM yang sebenarnya?
Apakah kau mengikutinya?



Saatnya kini,
Kau kata kau sudah semakin ISLAM,
Kau sudah bertudung berselendang,
Bukankah ini yang ISLAM mahu?



Tapi kau mendedahkan dadamu!
Tapi kau meninggikan sanggulmu!
Tapi kau memakai seluar yang ketat!
Tapi kau memakai baju yang sendat!
Tapi kau berbaju yang jarang!
Tapi kau mendedahkan lenganmu!!

Dimanakah rasa MALU itu pergi meninggalkan kau?




Astaghfirullah ...
Ampunilah hambamu yang berlumutkan dosa,
Jadikanlah jilbabku bukan hanya sebagai penutup auratku

Namun juga sebagai pencegah amal keburukanku

Baikanlah akhlakku,
Dekatkan aku dijalanMu

Amin ...



♥♥♥ 
Referensi :
Minggu, 21 November 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar