Minggu, 28 Juli 2013
Jilbab Syar'i Vs Jilbab Funky
~*~ Jilbab Syar'i Vs Jilbab Funky ~*~
Sesungguhnya agama Islam memerintahkan setiap orang muslim agar mencintai saudaranya bagaikan mencintai dirinya sendiri
Kemudian menghindari mereka dari keburukan sebagaimana ia menghindarkan diri daripadanya
Nasehat menasehati demi men-taàti kebenaran yang telah didatangkan dari Allah dan Rasul-Nya, Baik itu berupa perintah maupun larangan, dengan hati rela mematuhinya
Di saat agama Islam tiba dan kaum Jahiliyah membenci bayi perempuan
Bahkan tega buah hati sendiri dikubur hidup-hidup
Tidak memberikan harta warisan kepada wanita
Terkadang mem-pusakai wanita bagaikan harta yang lain dengan jalan paksa
Maka Allah serta Rasul-Nya melarang perbuatan keji tersebut,
Menjaga dan mengangkat derajat wanita bagaikan mutiara berharga
Dengan memberikan hak-haknya sebagaimana agama menghormati dan memberikan hak-haknya kepada seorang lelaki
Demi kesucian masyarakat serta demi keutuhan dan kehormatan seorang muslimah dari kemaksiatan dan dari kecerobohan orang jahil
maka Islam menganjurkan perkawinan dan mengharamkan perbuatan zina
Maka demi kesucian dan keutuhan, Allah Maha Penyayang memerintahkan para muslimah agar mengenakan hijab (jilbab), supaya berada di sisi Allah dan ditempat sejauh mungkin dari perbuatan keji yang dapat menimpa pada diri kaum muslimah
Allah berfirman :
"Katakanlah kepada wanita yg beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan pehiasaannya kecuali yang biasa nampak dari pandangan. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka atau keapada ayah mereka, atau putra-putra mereka atau saudara-saudara mereka atau putra-putra suami mereka atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yg belum mengerti tentang aurat kaum wanita dan janganlah mereka memukul kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung"
(Qs. An-Nur : 31)
Berikut merupakan syarat berjilbab yang syar'i dan benar :
1. Menutupi seluruh tubuh
Sebagaimana yang difirmankan Allah
"Hendaklah mereka itu mengeluarkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka"
(Qs. Al Ahzab [33] : 59)
2. Maksud daripada berhijab adalah untuk menutup tubuh wanita dari pandangan laki-laki
Jadi, bukan yang tipis, yang pendek, yang ketat atau berkelir serupa dengan kulit ataupun yang bercorak dan yang bersifat mengundang penglihatan laki-laki
3. Harus yang longgar sehingga tidak menampakkan tempat-tempat yang menarik pada anggota tubuh
4. Tidak diberi wangi-wangian
Hal ini telah diperingatkan oleh Rasulullah:
"Sesungguhnya seorang wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati kaum (laki-laki) bermaksud agar mereka mencium aromanya, maka ia telah melakukan perbuatan zina"
(HR. Tirmidzi)
5. Pakaian wanita tidak boleh menyerupai laki-laki
"Nabi melaknat laki-laki yang mengenakan pakaian wanita dan seorang wanita yang mengenakan pakaian laki-laki"
(HR. Abu Dawud dan An Nasai)
6. Tidak menyerupai pakaian orang kafir
"Siapa yang meniru suatu kaum, maka ia berarti dari golongan mereka"
(HR. Ahmad)
7. Berpakaian tanpa bermaksud supaya dikenal, baik itu dengan mengenakan pakaian yang berharga mahal maupun yang murah
Jika niatnya untuk dibanggakan karena harganya ataupun yang kumal jika bermaksud agar dikenal sebagai orang anyg taàt (riya')
"Siapa yang mengenakan pakaian tersohor (bermaksud supaya dikenal) di dunia, maka Allah akan memberinya pakaian hina dihari Kiamat, lalu dinyalakan apa pada pakaian tersebut"
(HR. Abu Dawud)
Sungguh fenomena jilbab pada saat sekarang membuat kita di satu sisi patut bersyukur
Wanita sudah tidak malu lagi untuk berjilbab dimanapun tempatnya sehingga jilbab benar-benar telah membudaya dimasyarakat dan dianggap sesuatu yang lumrah
Namun di sisi lain jilbab yang sesungguhnya harus memenuhi prasyarat jilbab syar'i sebagaimana tersebut di atas seakan telah berubah fungsi dan ajaran
Banyak sekali dan telah bertebaran dimana-mana jilbab yg bukan lagi syar'i tapi lebih terkesan trendy dan mode atau lebih dikenal dengan jilbab funky yang kebanyakan dari semua itu adalah menyimpang dari syarat-syarat syarà jilbab yang sebenarnya
Diantara penyimpangan-penyimpangannya yang ada, antara lain :
1. Tidak ditutupnya seluruh bagian tubuh
Seperti yang biasa dan di angga sepele yaitu terbukanya bagian kaki bawah
atau bagian dada karena jilbab diikatkan ke leher atau yang lagi trendy,
remaja putri memakai jilbab tapi lengan pakaiannya digulung atau dibuka hingga ke siku mereka
2. Sering ditemui adanya perempuan yang berjilbab dengan pakaian ketat, pakaian yang berkaos ataupun menggunakan pakaian yang tipis, sehingga walaupun perempuan tersebut telah menggunakan jilbab, tapi lekuk-lekuk tubuh mereka dapat diamati dengan jelas
3. Didapati perempuan yang berjilbab dengan menggunakan celana panjang bahkan terkadang memakai celana jeans
Yang perlu ditekankan dan telah diketahui dengan jelas bahwa celana jeans bukanlah pakaian syar'i untuk kaum muslimin, apalagi wanita
4. Banyak wanita muslimah disekitar kita yang memakai jilbab bersifat temporer yaitu jilbab dipakai hanya pada saat tertentu atau pada kegiatan tertentu, kendurian, acara pengajian kampung dsb
Setelah itu jilbab dicopot dan yang ada kebanyakan jilbab tersebut sekedar mampir alias tidak sampai menutup rambut atau menutup kepala
Terkadang, kalau ditanyakan kepada mereka,
Mengapa kalian berbuat (melakukan) yang demikian?
Tidak memakai jilbab yang syar'i
padahal telah mengetahui bagaimana jilbab yg syar'i,
sering didapati jawaban,
"Yaa, pengen aja"
atau "Belum siap"
atau "Mendingan begini daripada tidak memakai jilbab sama sekali"
atau "Jilbab itu khan tidak hanya satu bentuk, jilbab khan bisa dimodofikasi yang penting khan menutup aurat"
atau "daripada ga pake jilbab sama sekali!"
Terkadang didapati juga jawaban,
"Kok kamu yang ribut, khan emang sudah menjadi mode yang seperti ini!"
Padahal, dituntutnya jilbab dengan syarat-syarat yang telah ditentukan sesuai dengan hukum syara' yang disebutkan diatas
Sesungguhnya akan membawa kebaikan bagi kita sendiri,
baik di dunia maupun di akhirat dan bukan didasari atas nafsu atau ditujukan untuk mengekang kita
Janganlah sampai suatu kaum, dimana mereka meremehkan perempuan-perempuan/muslimah yang berjilbab hanya karena memakai pakaian/jilbab yang tidak sesuai dengan hukum syara'
Apabila kaum telah meremehkan hal ini, maka bagaimana dengan pandangan (penilaian) Allah dan Rasul-Nya terhadap wantia yang seperti ini?
Tidakkah ada bedanya antara perempuan yang berjilbab dengan perempuan yang tidak berjilbab ??
♥♥♥
Referensi :
Minggu, 27 Mei 2007
Oleh : jsattaubah, Khilafah Islamiyah
http://khilafahislamiyah.wordpress.com/2007/05/17/jilbab-syari-dan-jilbab-funky/
*
Sifat Perempuan, Yang Tak Pantas Dijadikan Istri
¤¤¤ | * Sifat Perempuan, Yang Tak Pantas Dijadikan Istri * | ¤¤¤
Inilah 6 sifat perempuan yang tak pantas dijadikan istri, diantaranya :
1. Al -Anaanah:
Banyak keluh kesah
Yang selalu merasa tak cukup, apa yang diberi semua tak cukup
Diberi rumah tak cukup,
Diberi motor tak cukup,
Diberi mobil tak cukup, dll
Tak redha dengan pembelaan dan aturan yang diberi suami
Asyik ingin memenuhi kehendak nafsu dia saja,
tanpa memperhatikan perasaan suami,
tak hormat kepada suami apalagi berterima kasih pada suami
Bukannya hendak menolong suami,
Apa yang suami beri pun tak pernah puas
Ada saja yang tak cukup
2. Al-Manaanah :
Suka mengungkit
Kalau suami melakukan hal yang dia tak berkenaan maka diungkitlah segala hal tentang suaminya itu
Sangat senang hendak membicarakan suami
Tak ingat budi,
Tak bertanggung jawab
Tak sayang dan macam-macam
Padahal suami sudah memberi perlindungan macam-macam padanya
3. Al -Hunaanah:
Ingin pada suami yang lain atau berkenan kepada lelaki lain
Sangat suka membanding-bandingkan suaminya dengan suami/lelaki lain
Tak redha dengan suami yang ada
4. Al- Hudaaqah:
Suka memaksa
Bila hendak sesuatu maka dipaksa suaminya melakukan
Pagi, petang malam asyik menekan dan memaksa suami
Adakalanya dengan berbagai ancaman
Ingin lari, ingin bunuh diri, ingin membuat malu suami, dll
Suami dibuat seperti budaknya, bukan sebagai pemimpinnya
Yang dipentingkan adalah kehendak dan kepentingan dia saja
5. Al -Hulaaqah:
Sibuk bersolek atau tidur atau santai-santai dll
Hingga lalai dengan ibadah-ibadah asas, seperti sholat berjemaah, wirid dzikir, mengurus rumah-tangga, berkasih sayang dengan anak-anak, dll
6. As-Salaaqah:
Banyak berbicara, menggosip
Siang malam, pagi petang asik menggosip terus
Apa saja yang suami kerjakan selalu tidak benar dimatanya
Zaman sekarang ini bergosip bukan saja berbicara di depan suami,
tapi dengan telfon, SMS, internet, BBM dan macam-macam cara yang lain
Yang jelas isteri tu asyik menyusahkan suami dengan kata-katanya yang menyakitkan
Semoga bermanfaat
***
Referensi :
Rabu | 26 Oktober 2011
http://www.merantipos.com/2011/10/inilah-6-sifat-perempuan-yang-tak.html?m=1
http://agungnoticias.blogspot.com/2010/12/6-sifat-menjijikan-perempuan-yang-tak.html?m=1
*
Sifat Perempuan Yang Dijanjikan Sorga
¤¤¤ | * Sifat Perempuan Yang Dijanjikan Sorga * | ¤¤¤
Dari Abdullah bin 'Abbas ra :
Rasulullah bersabda yang bermaksud,
“Maukah Kuberitahu kepada kalian tentang isteri-isteri kalian yang termasuk penghuni Surga?
Yaitu perempuan-perempuan yang mencintai suaminya, melayani suaminya, punya banyak anak
Jika ia menyakiti atau disakiti,
Ia segera mendatangi suaminya dan memegang tangannya,
lalu berkata,
“Demi Allah, aku tidak akan tidur sebelum engkau Redha kepadaku”
(HR. Al-Nasa'i)
Hadits diatas menggambarka beberapa hal seperti berikut :
1. Karakter perempuan muslim yang sholeh yyaitu,
Perempuan yang mencintai suaminya dan selalu menjaga ikatan pernikahannya dengan baik
Dialah perempuan idaman yang perhatiannya kepada suami lebih besar daripada orang lain
Baginya suami dan keutuhan rumah tangga adalah 2 kekayaan yang hakiki dan pusaka utama yang tidak tertandingi oleh harta yang melimpah
Apabila seorang isteri mampu mencintai suaminya
Menjalani kehidupan rumah tangganya dengan baik
Dan menjaga keutuhan pernikahannya
Ia akan meraih syurga yang dijanjikan
2. Isteri yang mencintai suami akan sentiasa memohon maaf kepadanya
Baik kerana telah menyakiti maupun kerana disakiti
Mendatanginya dan mencium tangannya untuk memohon keredhaannya
Dia tidak akan tidur sebelum memperoleh keredhaan suaminya
3. Isteri yang mencintai suami selalu sungguh-sungguh dalam melayani suaminya dan mentaati perintahnya
Bahkan, dia mau merendahkan diri
Dan merasakan berbagai macam kesusahan demi memperoleh keredhaan Allah SWT
4. Perempuan yang mencintai suami tergerak untuk mengingatkan kelalaian suaminya terhadap kewajiban Agama
Ketika suaminya lupa sholat, berzikir dan menjalankan tanggungjawab keislaman
Ia akan mengingatkan dan menyedarkannya
Serta mendorongnya untuk melaksanakannya
Inilah sifat perempuan yang dijanjikan syurga,
InsyaAllah ... ... ... ...
Salam Ukhuwah fillah ...
***
Referensi :
Minggu | 30 Oktober 2011
Oleh Raudhatul Jannah | Dakwah Fisabilillah Nurazrina |
http://nurazrina5.blogspot.com/2011/10/empat-sifat-perempuan-yang-dijanjikan.html
*
Amalan Harian Muslim Sejati
~*~ Amalan Harian Muslim Sejati ~*~
Janganlah kau lewatkan setiap jengkal waktu yang engkau lalui dengan kesia-siaan dan merugikan diri sendiri
Berikut ini, akan kami sebutkan tiga buah amalan yang agung di sisi Allah, amalan yang dicintai-Nya,
Amalan yang akan mendekatkan dirimu kepada-Nya,
Amalan yang akan menentramkan hatimu dimanapun kau berada,
Amalan yang akan menjadi tabunganmu menyambut hari esok setelah ditiupnya sangkakala dan hancurnya dunia beserta segenap isinya…
Semoga Allah mengumpulkan kita bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang salih di dalam surga-Nya…, Allahumma amin
1.) Perbanyaklah berdzikir kepada-Nya
Allah ta’ala Berfirman :
“Ingatlah kalian kepada-Ku niscaya Aku pun akan mengingat kalian”
(Qs. Al-Baqarah: 152)
“Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kepada Allah dengan sebanyak-banyaknya…”
(Qs. Al-Ahzab: 41)
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah”
(Qs. Al-Munafiqun: 9)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah suatu kaum berkumpul seraya mengingat Allah, melainkan pasti malaikat akan menaungi mereka, rahmat meliputi mereka, ketentraman turun kepada mereka, dan Allah akan menyebut-nyebut nama mereka di hadapan malaikat yang di sisi-Nya”
(HR. Muslim)
2.) Tetaplah berdoa kepada-Nya
Allah ta’ala berfirman
“Rabb kalian berfirman; Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri sehingga tidak mau beribadah (berdoa) kepada-Ku pasti akan masuk neraka dalam keadaan hina”
(Qs. Ghafir: 60)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tiada suatu urusan yang lebih mulia bagi Allah daripada doa”
( HR. al-Hakim). Rasulullah
“Barangsiapa yang tidak berdoa kepada Allah subhanahu wata'ala, maka Allah murka kepada dirinya”
(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
“Rabb kita tabaraka wa ta’ala setiap malam yaitu pada sepertiga malam terakhir turun ke langit terendah dan berfirman, ‘Siapakah yang mau berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan, siapakah yang mau meminta kepada-Ku niscaya Aku beri, siapa yang mau meminta ampunan kepada-Ku niscaya Aku ampuni”
(HR. Bukhari dan Muslim)
3.) Mohon ampunlah kepada-Nya
“Tidaklah Allah akan menyiksa mereka sementara kamu berada di tengah-tengah mereka, dan tidaklah Allah akan menyiksa mereka sedangkan mereka selalu beristighfar/meminta ampunan”
(Qs. Al-Anfal: 33)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Demi Allah, sesungguhnya aku setiap hari meminta ampunan dan bertaubat kepada Allah lebih dari tujuh puluh kali”
(HR. Bukhari)
Saudaraku,…
Perjalanan waktu menggiring kita semakin mendekati kematian…
Oleh sebab itu, marilah kita isi umur kita dengan dzikir, doa, dan taubat kepada-Nya
Mudah-mudahan kita termasuk golongan yang dicintai-Nya, diampuni oleh-Nya, dan mendapatkan rahmat dari-Nya
Aamiin ....
***
Referensi :
Rabu | 28 September 2011
Kitab adz-Dzikr wa ad-Du’a karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr
Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
http://muslim.or.id/doa-dan-zikir/tiga-amalan-harian-muslim-sejati.html
*
Teruntuk Yang Di Mabuk Cinta
~*~ Teruntuk Yang Di Mabuk Cinta ~*~
Tulisan ini untuk kawan-kawan yang lagi dimabuk cinta…
Tulisan ini untuk kawan-kawan yang lagi asyik bersiap-siap untuk ngapel…
Tulisan ini untuk kawan-kawan yang lagi asyik mengobral janji…
Tulisan ini untuk kawan-kawan yang lagi asyik pacaran…
Kawan, sebagai seorang muslim ada beberapa hal yang wajib kita yakini dan taati;
1.) Islam mengharamkan untuk mendekati perbuatan zina dg segala macam sarananya, apalagi bila sampai berzina
} ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻘْﺮَﺑُﻮﺍ ﺍﻟﺰِّﻧَﺎ ﺇِﻧَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﻓَﺎﺣِﺸَﺔً ﻭَﺳَﺎﺀَ ﺳَﺒِﻴﻠًﺎ}
Artinya:
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”
(Qs. Al-Isra [17] : 32)
Di dalam ayat ini Allah Ta’ala melarang seluruh hamba-Nya untuk berbuat zina dan mendekatinya yaitu dengan melakukan sebab-sebab dan sarana-sarana yang menghantarkan kesana
Lihat kitab Tafsir Ibnu Katsir ketika menafsiri ayat diatas
Larangan mendekati zina, lebih keras daripada larangan melakukannya, karena berarti larangannya mencakup seluruh sebab dan sarana yang menghantarkan kepada zina
Karena siapa yang berdiri disekitar batas terlarang dikhawatirkan akan masuk ke dalamnya
Zina adalah jenis perbuatan fahisyah, yang maknanya adalah perbuatan yang buruk menurut syari’at Islam, akal dan fitrah manusia,
Karena di dalamnya terdapat sikap lancang terhadap hak Allah Ta’ala, hak pasangannya dan pengrusakan terhadap hubungan suci dan tercampurnya keturunan
2.) Islam mengharamkan lelaki berduaan dengan wanita yang bukan mahram, tanpa ada seorang pun yang melihat
ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰِّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻗَﺎﻝَ
« ﻻَ ﻳَﺨْﻠُﻮَﻥَّ ﺭَﺟُﻞٌ ﺑِﺎﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﺇِﻻَّ ﻣَﻊَ ﺫِﻯ ﻣَﺤْﺮَﻡٍ «
Artinya:
“Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak boleh sekali-kali seorang lelaki berduaan dg seorang wanita kecuali bersama dengan mahram”
(HR. Bukhari)
ﺃَﻥَّ ﻋُﻤَﺮَ ﺑْﻦَ ﺍﻟْﺨَﻄَّﺎﺏِ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ: ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ-:
« ﻻَ ﻳَﺨْﻠُﻮَﻥَّ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺑِﺎﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﺇِﻻَّ ﻛَﺎﻥَ ﺛَﺎﻟِﺜَﻬُﻤَﺎ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ.«
Artinya:
“Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak boleh sekali-kali seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita melainkan ketiganya adalah setan”
(HR. Ahmad)
3.) Islam mengharamkan lelaki menatap wanita yang bukan mahram dan sebaliknya
} ﻗُﻞْ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻳَﻐُﻀُّﻮﺍ ﻣِﻦْ ﺃَﺑْﺼَﺎﺭِﻫِﻢْ ﻭَﻳَﺤْﻔَﻈُﻮﺍ ﻓُﺮُﻭﺟَﻬُﻢْ ﺫَﻟِﻚَ ﺃَﺯْﻛَﻰ ﻟَﻬُﻢْ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺧَﺒِﻴﺮٌ ﺑِﻤَﺎ ﻳَﺼْﻨَﻌُﻮﻥَ (30)
ﻭَﻗُﻞْ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨَﺎﺕِ ﻳَﻐْﻀُﻀْﻦَ ﻣِﻦْ ﺃَﺑْﺼَﺎﺭِﻫِﻦَّ… (31)
Artinya:
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menjaga pandangannya…”
(Qs. An Nur [24] : 30-31)
Di dalam ayat ini Allah memerintahkan hamba-Nya (lelaki atau wanita) untuk menjaga pandangan dari melihat sesuatu yang diharamkan
} ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﺧَﺎﺋِﻨَﺔَ ﺍﻟْﺄَﻋْﻴُﻦِ ﻭَﻣَﺎ ﺗُﺨْﻔِﻲ ﺍﻟﺼُّﺪُﻭﺭُ}
Artinya:
“Dia (Allah) mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati”
(Qs. Ghafir : 19)
Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma menafsirkan ayat ini:
ﻭﻫﻮ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻳﺪﺧﻞ ﻋﻠﻰ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺑﻴﺘﻬﻢ، ﻭﻓﻴﻬﻢ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺍﻟﺤﺴﻨﺎﺀ، ﻓﺈﺫﺍ ﻏﻔﻠﻮﺍ ﻟﺤﻆ ﺇﻟﻴﻬﺎ، ﻓﺈﺫﺍ ﻓﻄﻨﻮﺍ ﻏَﺾّ، ﻓﺈﺫﺍ ﻏﻔﻠﻮﺍ ﻟﺤﻆ، ﻓﺈﺫﺍ ﻓﻄﻨﻮﺍ ﻏﺾ ﺑﺼﺮﻩ ﻋﻨﻬﺎ ﻭﻗﺪ ﺍﻃﻠﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻗﻠﺒﻪ ﺃﻧﻪ ﻭَﺩّ ﺃﻥ ﻟﻮ ﺍﻃﻠﻊ ﻋﻠﻰ ﻓﺮﺟﻬﺎ. ﺭﻭﺍﻩ ﺍﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺣﺎﺗﻢ
Artinya:
“Dia adalah seorang lelaki yang bertamu ke rumah sebuah keluarga dan di dalamnya ada seorang wanita cantik, jika keluarga tersebut lengah, maka lelaki ini melirik kepada wanita tersebut … Dan jika keluarga tersebut terjaga, maka lelaki itu menahan pandangannya… Jika mereka lengah… dia melirik, Jika mereka terjaga… dia menahan pandangannya ; Sungguh Allah telah memperlihatkan dari hatinya bahwa jika dia ingin diperlihatkan atas kemaluannya”
(HR. Ibnu Abi Hatim, lihat kitab Tafsir Ibnu Katsir)
Di zaman sekarang mata-mata yang berkhianat ini sudah hampir punah, tidak tersisa kecuali bagi kalangan yang menjaga para keluarga wanitanya dari pandangan kaum muslim
Adapun yang sudah tergoda dengan mengikuti kebiasaan orang-orang barat dan berpakaian dengan pakaian mereka, maka sungguh telah hilang diantara mereka mata-mata yang berkhianat, digantikan dg pendangan yang jelas kepada keindahan wanita-wanita yang asing (bukan mahram), bersenang-senang dengan melihat mereka, bersendagurau dan bercengkrama dengan mereka, baik secara berduaan ataupun tidak
4.) Islam mengharamkan lelaki memegang seorang wanita yang bukan mahram dan sebaliknya
ﻣﻌﻘﻞ ﺑﻦ ﻳﺴﺎﺭ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ : ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ : ﻷﻥ ﻳﻄﻌﻦ ﻓﻲ ﺭﺃﺱ ﺭﺟﻞ ﺑﻤﺨﻴﻂ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺪ ﺧﻴﺮ ﻟﻪ ﻣﻦ ﺃﻥ ﻳﻤﺲ ﺍﻣﺮﺃﺓ ﻻ ﺗﺤﻞ ﻟﻪ
Artinya:
“Ma’qil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh, ditusukkan ke dalam kepala seorang lelaki dengan jarum besi lebih baik baginya, daripada dia menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya”
(HR. Ath Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir dan dishahihkan di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 226)
ﻋﻦ ﻋﻘﻴﻠﺔ ﺑﻨﺖ ﻋﺒﻴﺪ ﺑﻦ ﺍﻟﺤﺎﺭﺙ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ ﻗﺎﻟﺖ: ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ: ﻻ ﺃﻣﺲ ﺍﻳﺪﻱ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ
Artinya:
“Aqilah binti Ubaid bin Al Harits meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku Tidak menyentuh tangan-tangan wanita (maksudnya; yang tidak halal bagiku)”
(HR. Ath Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Awsath dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 7177)
5.) Islam mengharamkan wanita berdandan tidak di depan suaminya
} ﻭَﻗَﺮْﻥَ ﻓِﻲ ﺑُﻴُﻮﺗِﻜُﻦَّ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺒَﺮَّﺟْﻦَ ﺗَﺒَﺮُّﺝَ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ ﺍﻟْﺄُﻭﻟَﻰ }
Artinya:
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu”
(QS. Al Ahzab: 33)
Maksud berhiasnya orang-orang jahiliyyah adalah:
1. Seorang wanita berjalan di depan para lelaki, ini adalah pendapatnya Mujahid rahimahullah (ulama tafsir generasi tabi’ie)
2. Para wanita jahiliyah jika keluar rumah berjalan dg gaya melenggak-lenggok dan genit, ini adalah pendapatnya Qatadah rahimahullah (ulama tafsir generasi tabi’ie)
3. Seorang wanita meletakkan penutup kepala diatas kepalanya dan tidak diikat, maka terlihatlah kalungnya, antingnya dan lehernya, terlihat seluruh bagian itu,
Ini adalah pendapat Muqatil bin Hayyan rahimahullah
Buruknya berhias tidak di depan suami:
a.) Berhias tidak di depan suami adalah dosa besar
ﻋَﻦْ ﺃُﻣَﻴْﻤَﺔُ ﺑِﻨْﺖُ ﺭُﻗَﻴْﻘَﺔَ ﺃﻧﻬﺎ ﺟَﺎﺀَﺕْ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺗُﺒَﺎﻳِﻌُﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡِ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺃُﺑَﺎﻳِﻌُﻚِ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺗُﺸْﺮِﻛِﻲ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺴْﺮِﻗِﻲ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺰْﻧِﻲ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻘْﺘُﻠِﻲ ﻭَﻟَﺪَﻙِ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺄْﺗِﻲ ﺑِﺒُﻬْﺘَﺎﻥٍ ﺗَﻔْﺘَﺮِﻳﻨَﻪُ ﺑَﻴْﻦَ ﻳَﺪَﻳْﻚِ ﻭَﺭِﺟْﻠَﻴْﻚِ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻨُﻮﺣِﻲ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺒَﺮَّﺟِﻲ ﺗَﺒَﺮُّﺝَ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ ﺍﻟْﺄُﻭﻟَﻰ
Artinya:
“Umaimah binti Ruqaiqah radhiyallahu ‘anha mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk membaiat beliau atas Islam, lalu beliau bersabda: “Aku membaiatmu untuk tidak menyekutukan Allah ta’ala dg sesuatu apapun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anakmu, tidak datang membawa kebohongan yang kamu bohongkan didepan tangan dan kakimu, tidak berbuat niyahah dan tidak berhias seperti orang-orang jahiliyyah dahulu”
(HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Katsir dn Ahmad Syakir rahimahumallah)
b.) Berhias tidak di depan suami, berarti mengikuti kebiasaan kaum Yahudi - Nashrani
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻰ ﺳَﻌِﻴﺪٍ ﺍﻟْﺨُﺪْﺭِﻯِّ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ, ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰِّ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ- ﻗَﺎﻝَ
« ﻛَﺎﻧَﺖِ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٌ ﻣِﻦْ ﺑَﻨِﻰ ﺇِﺳْﺮَﺍﺋِﻴﻞَ ﻗَﺼِﻴﺮَﺓٌ ﺗَﻤْﺸِﻰ ﻣَﻊَ ﺍﻣْﺮَﺃَﺗَﻴْﻦِ ﻃَﻮِﻳﻠَﺘَﻴْﻦِ ﻓَﺎﺗَّﺨَﺬَﺕْ ﺭِﺟْﻠَﻴْﻦِ ﻣِﻦْ ﺧَﺸَﺐٍ ﻭَﺧَﺎﺗَﻤًﺎ ﻣِﻦْ ﺫَﻫَﺐٍ ﻣُﻐْﻠَﻖٍ ﻣُﻄْﺒَﻖٍ ﺛُﻢَّ ﺣَﺸَﺘْﻪُ ﻣِﺴْﻜًﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﺃَﻃْﻴَﺐُ ﺍﻟﻄِّﻴﺐِ ﻓَﻤَﺮَّﺕْ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺗَﻴْﻦِ ﻓَﻠَﻢْ ﻳَﻌْﺮِﻓُﻮﻫَﺎ ﻓَﻘَﺎﻟَﺖْ ﺑِﻴَﺪِﻫَﺎ ﻫَﻜَﺬَﺍ «
Artinya:
“Abu Sa’id Al Khudry radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dahulu seorang wanita dari Bani Israil yang pendek berjalan diantara dua wanita yang tinggi, lalu dia memakai sepatu dari kayu dan cincin dari emas yang tertutup, Kemudian dipolesinya dg minyak wangi misk, dia adalah wewangian yang paling wangi, lalu (wanita ini) berjalan diantara dua wanita, maka mereka (para lelaki) tidak mengetahui, kemudian dia ayunkan tangannya begini (agar tercium oleh para lelaki bau wangi dari tangannya)”
(HR. Muslim)
c.) Berhias tidak didepan suami, berarti mengikuti ajaran Iblis
Karena salah satu tujuan gangguan iblis adalah membuat manusia telanjang
} ﻳَﺎ ﺑَﻨِﻲ ﺁﺩَﻡَ ﻟَﺎ ﻳَﻔْﺘِﻨَﻨَّﻜُﻢُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﻛَﻤَﺎ ﺃَﺧْﺮَﺝَ ﺃَﺑَﻮَﻳْﻜُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻳَﻨْﺰِﻉُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ ﻟِﺒَﺎﺳَﻬُﻤَﺎ ﻟِﻴُﺮِﻳَﻬُﻤَﺎ ﺳَﻮْﺁﺗِﻬِﻤَﺎ ﺇِﻧَّﻪُ ﻳَﺮَﺍﻛُﻢْ ﻫُﻮَ ﻭَﻗَﺒِﻴﻠُﻪُ ﻣِﻦْ ﺣَﻴْﺚُ ﻟَﺎ ﺗَﺮَﻭْﻧَﻬُﻢْ ﺇِﻧَّﺎ ﺟَﻌَﻠْﻨَﺎ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦَ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀَ ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﺎ ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ }
Artinya:
“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman”
(QS. Al A’raf [4] : 27)
(6.) Islam mengharamkan wanita melembutkan suaranya di hadapan lelaki yang bukan mahramnya
} ﻳَﺎ ﻧِﺴَﺎﺀَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﻟَﺴْﺘُﻦَّ ﻛَﺄَﺣَﺪٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﺇِﻥِ ﺍﺗَّﻘَﻴْﺘُﻦَّ ﻓَﻠَﺎ ﺗَﺨْﻀَﻌْﻦَ ﺑِﺎﻟْﻘَﻮْﻝِ ﻓَﻴَﻄْﻤَﻊَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻓِﻲ ﻗَﻠْﺒِﻪِ ﻣَﺮَﺽٌ ﻭَﻗُﻠْﻦَ ﻗَﻮْﻟًﺎ ﻣَﻌْﺮُﻭﻓًﺎ} [ﺍﻷﺣﺰﺍﺏ32] :
Artinya:
“Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik”
(Qs. Al Ahzab: 32)
Maksud dari tunduk dalam berbicara adalah:
1. melembutkan perkataan jika berbicara dengan para lelaki , Ini pendapatnya As Suddy
2. seorang wanita jangan berbicara dengan lelaki yang bukan mahramnya sebagaimana dia berbicara dengan suaminya. Ini adalah pendapatnya Ibnu Katsir. Lihat kitab Tafsir Ibnu Katsir ketika menafsiri ayat ini
(7.) Islam mengharamkan para lelaki dan wanita yang bukan mahram, bercampur tanpa ada pembatas
ﻋَﻦْ ﺣَﻤْﺰَﺓَ ﺑْﻦِ ﺃَﺑِﻲ ﺃُﺳَﻴْﺪٍ ﺍﻟْﺄَﻧْﺼَﺎﺭِﻱِّ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ ﺃَﻧَّﻪُ ﺳَﻤِﻊَ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﻭَﻫُﻮَ ﺧَﺎﺭِﺝٌ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ﻓَﺎﺧْﺘَﻠَﻂَ ﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝُ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﻓِﻲ ﺍﻟﻄَّﺮِﻳﻖِ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻟِﻠﻨِّﺴَﺎﺀِ ﺍﺳْﺘَﺄْﺧِﺮْﻥَ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻟَﻴْﺲَ ﻟَﻜُﻦَّ ﺃَﻥْ ﺗَﺤْﻘُﻘْﻦَ ﺍﻟﻄَّﺮِﻳﻖَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻦَّ ﺑِﺤَﺎﻓَّﺎﺕِ ﺍﻟﻄَّﺮِﻳﻖِ ﻓَﻜَﺎﻧَﺖْ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺗَﻠْﺘَﺼِﻖُ ﺑِﺎﻟْﺠِﺪَﺍﺭِ ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﻥَّ ﺛَﻮْﺑَﻬَﺎ ﻟَﻴَﺘَﻌَﻠَّﻖُ ﺑِﺎﻟْﺠِﺪَﺍﺭِ ﻣِﻦْ ﻟُﺼُﻮﻗِﻬَﺎ ﺑِﻪِ.
Artinya:
“Abu Usaid Al Anshary radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada para wanita, ketika beliau sedang keluar dari masjid dan para lelaki sedang berkumpul dengan para wanita di jalan: “(wahai para wanita), minggirlah kalian, karena sesungguhnya tidak pantas kalian untuk berjalan di tengah jalan, hendaknya kalian disamping-samping jalan”, maka para wanita dahulu menempel dengan dinding sehingga pakainnya terkait dengan dinding dikarenakan saking menempelnya mereka dengan dinding”
(HR. Abu Daud dan dihasankan di dalam Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no.856)
Kawan, ini hal-hal yang wajib kita ketahui, lalu direnungkan, yakini dan taati ....
Wallahu a’lam
Ditulis oleh kawan Anda yang sudah merasakan nikmatnya menikah, Alhamdulillah
Semoga bermanfaat
***
Referensi :
Senin | 19 Desember 2011
Ahmad Zainuddin
http://amininoorm.wordpress.com/2011/12/19/teruntuk-yang-dimabuk-cinta/
*
Faedah Menikah Muda
~*~ Faedah Menikah Muda ~*~
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam dan satu-satunya layak untuk disembah
Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat
Menunda-nunda menikah bisa merugi
Berikut penjelasan yang bagus dari ulama besar Saudi Arabia, Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan -hafizhohullah- yang kami kutip dari Web Sahab.net (arabic)
*** Faedah pertama:
Hati semakin tenang dan sejuk dengan adanya istri dan anak
Di antara faedah segera menikah adalah lebih mudah menghasilkan anak yang dapat menyejukkan jiwa
Allah Ta’ala berfirman,
ﺎَﻨِﺟﺍَﻭْﺯَﺃ ْﻦِﻣ ﺎَﻨَﻟ ْﺐَﻫ ﺎَﻨَّﺑَﺭ َﻥﻮُﻟﻮُﻘَﻳ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍَﻭٍ ﻦُﻴْﻋَﺃ َﺓَّﺮُﻗ ﺎَﻨِﺗﺎَّﻳِّﺭُﺫَﻭ
Artinya :
“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”
(Qs. Al Furqon: 74)
Istri dan anak adalah penyejuk hati
Oleh karena itu, Allah -subhanahu wa ta’ala- menjanjikan dan mengabarkan bahwa menikah dapat membuat jiwa semakin tentram
Dengan menikah seorang pemuda akan merasakan ketenangan, oleh karenanya ia pun bersegera untuk menikah
ٍﻦُﻴْﻋَﺃ َﺓَّﺮُﻗ ﺎَﻨِﺗﺎَّﻳِّﺭُﺫَﻭ ﺎَﻨِﺟﺍَﻭْﺯَﺃ ْﻦِﻣ ﺎَﻨَﻟ ْﺐَﻫ
Artinya :
“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”
(Qs. Al Furqon : 74)
Demikian pula dengan anak
Allah pun mengabarkan bahwa anak adalah separuh dari perhiasan dunia sebagaimana firman-Nya,
ﺎَﻴْﻧُّﺪﻟﺍ ِﺓﺎَﻴَﺤْﻟﺍ ُﺔَﻨﻳِﺯ َﻥﻮُﻨَﺒْﻟﺍَﻭ ُﻝﺎَﻤْﻟﺍ
Artinya :
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”
(Qs. Al Kahfi : 46)
Anak adalah perhiasan kehidupan dunia
Setiap manusia pasti menginginkan perhiasan yang menyejukkan pandangan
Sebagaimana manusia pun begitu suka mencari harta, ia pun senang jika mendapatkan anak
Karena anak sama halnya dengan harta dunia, yaitu sebagai perhiasan kehidupan dunia
Inilah faedah memiliki anak dalam kehidupan dunia. Sedangkan untuk kehidupan akhirat, anak yang sholih akan terus memberikan manfaat kepada kedua orang tuanya, sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻢﻠﻋ : ﺙﻼﺛ ﻦﻣ ﻻﺇ ﻪﻠﻤﻋ ﻊﻄﻘﻧﺍ ﻡﺩﺁ ﻦﺑﺍ ﺕﺎﻣ ﺍﺫﺇ ﻮﻋﺪﻳ ﺢﻟﺎﺻ ﺪﻟﻭ ﻭﺃ ، ﺔﻳﺭﺎﺟ ﺔﻗﺪﺻ ﻭﺃ ، ﻪﺑ ﻊﻔﺘﻨﻳ ﻪﻟ
Artinya :
“Jika manusia itu mati, maka amalannya akan terputus kecuali tiga perkara: [1] ilmu yang bermanfaat, [2] sedekah jariyah, dan [3] anak sholih yang selalu mendoakannya”
Hal ini menunjukkan bahwa anak memberikan faedah yang besar dalam kehidupan dunia dan nanti setelah kematian
*** Faedah kedua:
Bersegera nikah akan mudah memperbanyak umat ini
*** Faedah lainnya, bersegera menikah juga lebih mudah memperbanyak anak, sehingga umat Islam pun akan bertambah banyak
Oleh karena itu, setiap manusia dituntut untuk bekerjasama dalam nikah membentuk masyarakat Islami
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺔﻣﺎﻴﻘﻟﺍ ﻡﻮﻳ ﻢﻜﺑ ﺮﺛﺎﻜﻣ ﻲﻧﺈﻓ ﺍﻮﺟﻭﺰﺗ
Artinya :
“Menikahlah kalian. Karena aku begitu bangga dengan banyaknya umatku pada hari kiamat”
[2] Atau sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Intinya, bersegera menikah memiliki manfaat dan dampak yang luar biasa
Namun ketika saya memaparkan hal ini kepada para pemuda, ada beberapa rintangan yang muncul di tengah-tengah mereka
Rintangan pertama:
Ada yang mengutarakan bahwa nikah di usia muda akan membuat lalai dari mendapatkan ilmu dan menyulitkan dalam belajar
Ketahuilah, rintangan semacam ini tidak senyata kebenarannya
Yang ada bahkan sebaliknya
Karena bersegera menikah memiliki keistimewaan sebagaimana yang kami utarakan yaitu orang yang segera menikah akan lebih mudah merasa ketenangan jiwa
Adanya ketenangan semacam ini dan mendapatkan penyejuk jiwa dari anak maupun istri dapat lebih menolong seseorang untuk mendapatkan ilmu
Jika jiwa dan pikirannya telah tenang karena istri dan anaknya di sampingnya, maka ia akan semakin mudah untuk mendapatkan ilmu
Adapun seseorang yang belum menikah, maka pada hakikatnya dirinya terus terhalangi untuk mendapatkan ilmu
Jika pikiran dan jiwa masih terus merasakan was-was, maka ia pun sulit mendapatkan ilmu
Namun jika ia bersegera menikah, lalu jiwanya tenang, maka ini akan lebih akan menolongnya
Inilah yang memudahkan seseorang dalam belajar dan tidak seperti yang dinyatakan oleh segelintir orang
Rintangan kedua:
Ada yang mengatakan bahwa nikah di usia muda dapat membebani seorang pemuda dalam mencari nafkah untuk anak dan istrinya
Rintangan ini pun tidak selamanya bisa diterima
Karena yang namanya pernikahan akan senantiasa membawa keberkahan (bertambahnya kebaikan) dan akan membawa pada kebaikan
Menjalani nikah berarti melakukan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya
Ketaatan seperti ini adalah suatu kebaikan
Seorang pemuda yang menikah berarti telah menjalankan perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Ia pun mencari janji kebaikan dan membenarkan niatnya, maka inilah yang sebab datangnya kebaikan untuknya
Ingatlah, semua rizki itu di tangan Allah sebagaimana firman-Nya,
ﺎَﻬُﻗْﺯِﺭ ِﻪﻠﻟﺍ ﻰَﻠَﻋ َّﻻِﺇ ِﺽْﺭَﻷﺍ ﻲِﻓ ٍﺔَّﺑﺍَﺩ ْﻦِﻣ ﺎَﻣَﻭ
Artinya :
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya”
(Qs. Hud : 6)
Jika engkau menjalani nikah, maka Allah akan memudahkan rizki untuk dirimu dan anak-anakmu
ْﻢُﻫﺎَّﻳِﺇَﻭ ْﻢُﻜُﻗُﺯْﺮَﻧ ُﻦْﺤَﻧ
Artinya :
“Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka”
(Qs. Al An’am: 151)
Oleh karenanya ,yang namanya menikah tidaklah membebani seorang pemuda sebagaimana anggapan bahwa menikah dapat membebani seorang pemuda di luar kemampuannya
Ini tidaklah benar
Karena dengan menikah akan semakin mudah mendapatkan kebaikan dan keberkahan
Menikah adalah ketetapan Allah untuk manusia yang seharusnya mereka jalani
Ia bukan semata-mata khayalan
Menikah termasuk salah pintu mendatangkan kebaikan bagi siapa yang benar niatnya
Semoga Allah memudahkan para pemuda untuk mewujudkan hal ini dengan tetap mempertimbangkan maslahat dan mudhorot (bahaya)
Jika ingin segera menikah dan sudah merasa mampu dalam menafkahi istri, maka lobilah orang tua dengan cara yang baik
Semoga Allah mudahkan
***
Referensi :
Diselesaikan di pagi hari, 22 Muharram 1431 H, Panggang-Gunung Kidul
Penyusun: Muhammad Abduh Tuasikal
Sumber:
http://www.sahab.net/home/index.php?Site=News&Show=698
http://muslim.or.id/keluarga/faedah-menikah-di-usia-muda.html
*
Surat Cinta Untuk Orang Pilihan
~*~ Surat Cinta Untuk Orang Pilihan ~*~
Ikhwah…
Berhentilah sejenak. Duduklah
Hirup kuat-kuat udara
Lalu hembuskan kembali dengan perlahan
Sesungguhnya kita butuh beristirahat
Butuh melonjorkan kaki sejenak
Butuh air dingin walau seteguk
Dan butuh berhenti untuk mendapatkan kekuatan kembali
Ikhwah…
Tahulah betapa pegalnya kaki-kaki kalian
Menapaki jalanan ibukota dalam aksi-aksi yang digelar
Tahulah betapa sesaknya nafas kalian
Menyuarakan kebenaran di hadapan kedzhaliman penguasa
Tahulah betapa sengat mentari telah membuat kulit kalian kian legam
Dan tak terkata deras peluh yang mengucur
Tak terkira berapa rupiah telah terpakai
Tak terhitung waktu yang berjalan melewati rapat-rapat yang melelahkan
Pengorbanan antum, yaa ikhwah fillah…
Cukuplah ALLAH yang akan membalasnya…
Ikhwah…
Dalam peristirahatan ini, mari sama-sama kita renungkan
Siapa sebenarnya diri kita
Apa hakikat kita wahai ikhwah?
Siapa kita hingga menyangka kitalah yang terbaik di antara semua?
Siapa kita hingga sesumbar bahwa kita-lah yang lebih tahu dari yang lainnya?
Ikhwah…
Banyak-banyaklah beristighfar
Kita boleh bangga karena ALLAH telah memasukkan kita ke dalam barisan ini
Kita harus bersyukur bahwa tak semua orang bisa terpilih
Ya, kita adalah manusia pilihan
Yang tak sembarang menerima pembelajaran
Yang tak asal-asalan diikutsertakan
Kita boleh bangga, ikhwah
Sebab kita lah orang-orang pilihan…
Ikhwah…
Tundukkan dalam-dalam wajah dan hatimu di hadapan-Nya
Hakikat orang-orang pilihan bukanlah berarti kita bisa menyombongkan diri
Predikat orang-orang pilihan tidaklah bermakna kita bisa memandang rendah semuanya
Orang-orang pilihan bukanlah yang petantang-petenteng menganggap yang
lainnya tak bisa apa-apa
Tapi orang-orang pilihan, wahai Ikhwah…
Adalah yang mampu menerima amanah sebesar dan seberat apapun
Orang-orang pilihan adalah ...
Yang selalu merendah hati, ibarat bulir padi yang semakin merunduk kala ia matang
Orang-orang pilihan adalah ...
Yang selalu berusaha meluruskan kesalahan, pun tak marah kala ia diingatkan
Orang-orang pilihan adalah ...
Yang dapat dipercaya, yang kuat dan tegar menghadapi rintangan, dan selalu berpikir positif bahwa semua ini bukanlah beban
Orang-orang pilihan adalah yang sanggup membuktikan bahwa dirinya memang benar-benar orang yang dipilih dengan tidak sembarangan
Ikhwah…
Adakah kita benar-benar merupakan orang-orang pilihan?
Orang-orang yang dpat dipercaya mengemban amanah, yang bumi serta gunung-gunung enggan untuk menerimanya?
Atau jangan-jangan kita telah tertipu oleh panggilan itu?
Jangan-jangan tanpa sadar kita terjebak label dan telah merasa cukup hebat dengan itu semua?
Jangan-jangan kita menyangka telah berbuat baik, sementara tak setitikpun perbuatan kita bernilai di sisi Allah?
Katakanlah,
“Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya”
(Qs. Al Kahfi 103-104)
Na’udzubillaahi min dzaalik
Ikhwah…
Predikat itu tidaklah boleh membuat kita kemudian merasa aman dari azab ALLAH
Sapaan itu tidaklah mengesahkan bahwa kita boleh bersantai-santai
Label orang-orang pilihan bukanlah legitimasi bahwa kita sah-sah saja berbuat seenaknya, berlaku sombong dan merendahkan yang lainnya
Padahal Ikhwah…
Siapa tahu di luar sana ternyata jauh lebih banyak orang yang layak mendapat predikat itu?
Siapa mengira bahwa mungkin saja label ini dapat menjadi fitnah dan bumerang bagi diri kita di kemudian hari?
Maka Ikhwah…
Teruslah merenungi hakikat orang-orang pilihan itu
Janganlah berhenti memuhasabah diri sebelum semuanya terlambat
Dan senantiasalah dekatkan jiwamu pada penguasa yang menggenggamnya
Orang-orang pilihan harus bisa membuktikan bahwa ia memang layak mendapat predikat itu
Orang-orang pilihan harus mampu menunjukkan keoptimalan usahanya
Orang-orang pilihan tidak boleh men-judge yang lain seenaknya, menganggap rendah, bahkan merasa dirinya yang paling baik
Orang-orang pilihan bukanlah barisan penggembira yang tak mau bertanggung jawab terhadap apa yang telah ia perbuat
Bukan yang keasyikan bercanda, lepas tertawa-tawa, dan menganggap enteng apa yang sudah di taklifkan kepadanya
Bukan… bukan seperti itu orang-orang pilihan
Ikhwah…
Orang-orang pilihan adalah yang tak pernah mengeluhkan jauhnya perjalanan
Orang-orang pilihan adalah yang tak cepat berputus asa ketika menghadapi rintangan dan ancaman
Orang-orang pilihan adalah yang tegar ketika cobaan-Nya diturunkan
Orang-orang pilihan adalah yang selalu mengkritisi kezhaliman dan kesalahan, tapi sekaligus juga tak pernah keberatan ketika mendapat teguran dan kritikan
Ikhwah…
Renungkanlah
Adakah kita benar-benar layak menjadi orang-orang pilihan itu?
Mari, jawab saja dengan pembuktian
"Hai orang-orang yang beriman, Barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak ALLAH akan mendatangkan suatu kaum yang ALLAH mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya. Yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang yang kafir, yang berjihad di jalan ALLAH, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia ALLAH, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan ALLAH Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui"
(Qs. Al-Maidah : 54)
^saduran dari selembar kertas tanpa nama penulis—
Bukan dakwah yang membutuhkan kita
Tapi kita lah yang membutuhkan dakwah
“BERGERAK ATAU TERGANTIKAN!!”
Teruntuk para aktivis yang tengah berjuang…
IT’S TIME TO CONTRIBUTE !!
resaid: kangenduniakampus.com
***
Referensi :
Selasa | 17 Jan'12
Yulianna PS | Hidayah Pelipur Cinta
http://rianarahmawati.wordpress.com/2010/10/08/surat-cinta-untuk-orang-pilihan/
*
Langganan:
Postingan (Atom)













